Pengakuan Anwar Congo, Algojo di Masa PKI 1965

Unknown | 23:32 | 0 opmerkings

Pengakuan Anwar Congo, Algojo di Masa PKI 1965


Untuk pertama kalinya dalam sejarah film Indonesia, sebuah film dokumenter menampilkan pengakuan seorang algojo PKI. Namanya Anwar Congo. Ia preman bioskop Medan. Dalam film The Act of Killing yang dibesut sutradara Joshua Oppenheimer itu, ia memperagakan ulang kekerasan-kekerasan yang pernah dilakukannya. 
Film itu menampilkan kesadaran Anwar tentang bagaimana menjadi seorang pembunuh dan bagaimana seandainya menjadi korban yang dibunuh. Saat The Act of Killing diputar di Festival Film Toronto, pers Barat menyebut film itu mengerikan dan mengguncang batin. Itu karena Anwar tampak bangga dengan tindakannya. Bisakah film ini mengubah cara pandang masyarakat Indonesia tentang sejarah kelam 1965? Laporan utama majalah Tempo edisi 1 Oktober 2011 berjudul "Pengakuan Algojo 1965"mengungkap hal tersebut.
Pembawaannya riang. Ia dikenal jago dansa. Penggemar Elvis Presley dan James Dean itu mengatakan sering membunuh sembari menari cha-cha. "Saya menghabisi orang PKI dengan gembira," katanya. Dalam sebuah adegan, bersama rekannya sesama algojo 1965, ia terlihat naik mobil terbuka menyusuri jalan-jalan di Medan. Mereka bernostalgia ke tempat-tempat mereka pernah membunuh di antaranya sepotong jalan tempat ia menyembelih banyak warga keturunan Tionghoa. "Setiap ketemu Cina, langsung saya tikam…."
Pengakuan "jujur" preman bernama Anwar Congo dalam film yang bakal ditayangkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta pada Oktober tahun ini tersebut bisa membuat siapa saja terperangah. Ada heroisme di situ. Anwar mengesankan dirinya penyelamat bangsa. Satu versi menyebutkan hampir satu juta orang PKI terbunuh pasca-1965. Ini pelanggaran hak asasi berat. Anwar hanyalah salah satu pelaku pembunuhan. Di berbagai daerah, masih banyak "Anwar" lain.
Tempo kali ini mencoba melihat peristiwa 1965 dari perspektif para algojo. Tak ada niat kami membuka aib atau menyudutkan para pelaku. Politik Indonesia pada masa itu sangat kompleks. Menjelang tragedi September, konflik PKI dan partai politik lain memanas. PKI, yang merasa di atas angin, menekan penduduk yang tidak sealiran. Ketika keadaan berbalik, luapan pembalasan tak terkendali. Pembunuhan direstui oleh sesepuh masyarakat dan tokoh agama. Masa 1965-1966 tak bisa dinilai dengan norma dan nilai-nilai masa kini. Membaca sejarah kelam Indonesia pada masa itu hanya dapat dilakukan dengan memperhatikan konteks sosial-politik-ekonomi pada masa itu pula.
Tapi kita juga tahu betapa tak simetris informasi tentang tragedi 1965. Saat itu, semua koran dikuasai militer. Masyarakat dicekoki cerita bahwa komunis adalah musuh negara yang identik dengan ateisme. Militer menyebarkan daftar anggota PKI yang harus dihabisi. Militer melindungi para pelaku, bahkan menyuplai mereka dengan senjata. Di beberapa tempat, ada narapidana yang sengaja dilepaskan untuk memburu "sang musuh negara". Itu membuat para algojo menganggap wajar tindakan mereka.
Sejarah berulang: di sini dan di tempat lain. Di Israel, pernah seorang aparat kamp konsentrasi Nazi bernama Adolph Eichmann diadili. Ia pelaku pembantaian ratusan orang Yahudi. Ia merasa tak bersalah karena menganggap itu tugas negara. Filsuf Jerman, Hannah Arendt, yang mengamati sidang itu pada 1963, menulis buku terkenal Eichmann in Jerusalem: A Report of the Banality of Evil. Arendt melihat para eksekutor seperti Eichmann bukan pengidap skizofrenia atau psikopat, melainkan warga biasa yang menganggap wajar tindakannya karena dibenarkan negara. Arendt menyebut fenomena ini sebagai kedangkalan yang akut.
Seorang algojo menyatakan moralitas itu sesuatu yang relatif. Pembunuhan memang dilarang, tapi harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsa dan agama. Ada pula yang diam-diam menyadari kesalahannya. Anwar, yang dalam film terlihat brutal, mengalami pergolakan batin tentang apa yang diperbuatnya. Menurut Oppenheimer, sang sutradara, sepanjang pembuatan film, Anwar ada kalanya seperti menyesali perbuatannya. Rasa heroik dan bersalah bersitegang di dalam diri mantan algojo. Seorang mantan jagal harus dipasung keluarganya karena, bila mengingat-ingat pembunuhan yang dilakukannya, ia ke luar rumah mengayun-ayunkan parang dan celurit.

Menguak Sedikit Perjalanan Karir Pas Band

Unknown | 23:31 | 0 opmerkings

Menguak Sedikit Perjalanan Karir Pas Band


Pas Band.. Siapa sih orang Indonesia yang tak mengenal band tersebut... Band asal Bandung tersebut sudah banyak berkarya.

Pas mulai berdiri pada akhir tahun 1992 dengan formasi awal Bambang (gitar), Trisno (bas), Richard Mutter (drum), dan Yukie (vokal). Perjalanan karir dari panggung ke panggung walau pernah harus pinjam alat ke orang dan dibayar Rp. 25.000,00 sekali manggung tidak menjadikan surutnya harapan untuk maju.
 
Hal ini dibuktikan dengan pembuatan album indie label "4 Through The Sap" yang bermodalkan tabungan dan donasi simpatisan serta impian. Impian pun terwujud setelah 2500 kaset laku lewat sistem distribusi titipan di beberapa radio di Bandung dan Jakarta, toko-toko kaset dan membengkak sampai lebih dari 10.000 copy.
 
Sebuah terobosan yang mengharukan setelah demo Pas ditolak oleh beberapa Major Label menghasilkan suatu fenomena baru dalam pembuatan sebuah album rekaman yang selama ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan rekaman besar. Sampai sekarang proses rekaman indie label terus berjalan dan semakin menjamur di berbagai kota di Indonesia.
 
PT. Aquarius Musikindo yang begitu jeli melihat potensi ini, mengkontrak Pas pada album "In(no)sensation", "IndieVduality", "Psycho I.D.", "Ketika...", "PAS 2.0", "Stairway to Seventh", “The BeAst of PAS”, dan "Romantic, Lies, And Bleeding". Label ini membebaskan mereka untuk berkarya. Meskipun tidak bisa merangkul semua orang lewat musiknya yang tidak biasa, namun mereka mulai membangun basis massa yang setia dengan jalur yang mereka pilih.

Richard Mutter (drummer) mengundurkan diri dari Pas setelah tour album Psycho I.D. berakhir. Penggarapan album "Ketika..." tanpa Richard tidak menjadikan Pas berhenti untuk terus berkreasi dalam blantika musik Indonesia. Hal ini terbukti dengan dirilisnya album 2.0 pada 2003. Posisi Richard Mutter sebagai drummer telah digantikan oleh Sandy Andarusman (Mantan U'Camp) yang resmi pada album ke enam Pas sebagai drummer tetap setelah mendampingi Pas selama pembuatan album Ketika... sampai sekarang.

Album kedua ini diikuti oleh album-album mereka berikutnya, yaitu indieVduality (1997),Psycho I.D. (1998). Pada album keempat, Richard mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Sandy (ex-U'Camp). Dengan formasi tanpa Richard, mereka merilis album kelima yang berjudul Ketika (2001), namun Sandy belum dapat bermain pada rekaman album ini karena masih terikat kontrak dengan label lain. Sandy yang sekarang ini menjadi penyiar di I-Radio 89.6 FM bergabung di album keenam PAS 2.0 (2003), dan album ketujuhStairway to Seventh (2004). Dua tahun kemudian, Pas Band meluncurkan album the bestberisi 3 lagu barunya "Permata Yang Hilang", "Romeo & Juliet", dan "Gladiator" dan 9 lagu hits lamanya. Dua tahun seakan menjadi waktu yang tepat untuk mengumpulkan materi untuk album terbarunya, dan akhirnya Pas Band mengumumkan akan menelurkan album barunya pada 20 Maret 2008, berjudul Romantic,Lies & Bleeding. Hits terbarunya berjudul "Aku" yang bercerita tentang pengakuan seorang lelaki bajingan, telah malang melintang diputar di radio-radio dan Internet.


FOUR THROUGH THE SAP (1993 S/D 1995)

Pada awal tahun 1993 berkisar beberapa 2 tahun sesudah Pas Band didirikan, mereka berencana untuk masuk mayor label lewat jalur rekaman amatir atau anak muda masa kini menyebutnya Independent Label. Trisnoize, Beng-beng dan Yukie telah merencang 4 buah lagu untuk direkam dalam bentuk mini tape (kaset). 4 Buah lagu tersebut adalah : Gangster of Love, Old Fashioned Sickness, Here Forever dan Dogma. Tujuannya agar lagu-lagu mereka dapat dipromosikan secara maksimal, Tadinya mereka kurang yakin akan hasil rekaman yang mereka rekam pada bulan Oktober 1993 s/d November 1993. Namun, setelah diputar berkali-kali nyatanya malah mendapat respon cukup lumayan. Hingga pada akhirnya mereka mendapat sokongan dana dari stasiun radio pada masa itu yakni 104.4 FM GMR Radio untuk menjual album tersebut secara luas. Baru berjalan 3 Bulan album tersebut sukses terjual lewat pendistribusian yang dibiayai oleh Samuel Marudut. Sedangkan Samuel Marudut sendiri adalah kawan seperguruan Richard yang telah wafat karena kecelakaan lalu lintas sebelum band yang menjadi band asuhannya tersebut masuk dapur rekaman mayor label. Sebagai dedikasi terhadapnya, maka Pas Band merilis sebuah lagu untuk dirinya yang berjudul "Red Light Shooter", kelak dikemudian hari lagu tersebut akan masuk tracklist dalam album In (No) Sensation.

IN (NO) SENSATION (1995 S/D 1997)

Keberhasilan di dunia indie label pada masa itu membuat mereka dilirik Aquarius Musikindo menjadi bagian dari label tersebut. Akhirnya mereka pun menerima dan menandatangani kontrak dari perusahaan rekaman yang bermarkas di Pondok Indah itu untuk album perdana mereka. In (No) Sensation, inilah album perdana mereka yang terkesan sebagai album bergenre alternative rock pertama di Indonesia dengan single promosi berjudul "Impresi". Dan untuk hasil promosi yang maksimal, mereka membuat video clip promosi sendiri lewat cara yang terkesan agak Profesional. Namun, karena vide clip yang mereka buat kurang pantas ditonton, terutama bagi anak-anak dan mendapat cekalan dari masyarakat' khususnya para anggota wakil rakyat masa itu. Maka, dengan berat hati mereka menarik peredaran video clip tersebut dari semua stasiun televisi yang menayangkan video clipnya. Biarpun video clip mereka dicekal, tetapi mereka untung besar dan dampak dari pencekalan tersebut membuat nama mereka makin terkenal.

INDIEVDUALITY (1997 S/D 1998)

Tahun 1997 merupakan tahun ke 3 mereka bernaung dibawa bendera Aquarius Musikindo, di tahun itu mereka kembali merilis album yang berjudul "indieVduality". Dengan bermodalkan alat musik dan seperangkat soundsystem baru, mereka bermain musik dengan sungguh-sungguh dan lebih dewasa serta . Dalam album ini mereka mulai agak nakal dengan lagu yang lirik-liriknya terkesan pedas. Dengan mengandalkan single "Anak Kali Sekarang", lagu ini merupakan single promosi sekaligus video clip yang mereka edarkan guna memperbanyak pemasukan dan royalti dari hasil penjualan album tersebut. Sayangnya, seperti pada album sebelumnya mereka juga harus kembali menarik peredaran video clip "Anak Kali Sekarang" karena masalah biaya cash back dari stasiun televisi yang menayangkannya. Bahkan beberapa fans menyebutkan bahwa itu hanya dalih untuk membenarkan bahwa video clip ini telah dicekal oleh LPP TVRI yang pada masa itu dikendalikan Pemerintah Orde Baru.

PSYCHO I.D & KELUARNYA RICHARD (1998 S/D 1999)

Waktu terus bergulir dan Pas Band mulai kembali merilis album pada tahun bersejarah, dimana pada masa itu Rezim Orde Baru runtuh dan memulai berdirinya Rezim Reformasi. Judul Psycho I.D dipilih sebagai judul album ke 3 mereka. Lagu yang berjudul "Bocah" dijagokan sebagai hits atau single pada waktu itu. Sejak saat itu Pas Band mulai bebas melebarkan sayapnya tinggi-tinggi setelah dahulu pernah dicekal dan dikecam lantaran aksi panggungnya yang terlalu ugal-ugalan. Biarpun telah kembali bebas berkarya tanpa adanya sensor, namun di album inilah merupakan akhir karier bagi Richard. Karena dirinya menyatakan telah bosan setelah 7 Tahun bergabung dengan Pas Band dan sering mendapat teror dari pihak yang tak dikenalnya. Selepas kepergian Richard, Pas Band memutuskan untuk vakum selama 2 tahun dengan menjadi dosen dan guru.

MASUKNYA SANDY ANDARUSMAN & KETIKA... (2001 S/D 2003)

2 Tahun vakum tak menjadikan semangat bermusik mereka luntur seketika, pada tahun 2001 mereka merilis album comeback dengan judul Ketika. Menariknya di dalam proses rekaman album ini mereka menyewa 2 additional drummer, Single dari album ini adalah "Terlalu Yakin, Mungkin" dan "Kesepian Kita" yang dinyanyikan bersama penyanyi pendatang baru, Tere. Setahun kemudian lagu "Kesepian Kita" dijadikan soundtrack resmi film Ada Apa Dengan Cinta. Baru di tahun ini Sandy Andarusman yang dulunya adalah drummernya U'Camp telah ditetapkan sebagai pengganti Richard Franklin Mutter.

PAS 2.0 & KONTROVERSI LAGU YESTERDAY (2003 S/D 2004)

Pada bulan Maret 2003 mereka kembali merilis album yang berjudul PAS 2.0 dengan hits single "Malam Tetaplah Malam", "Tak Pernah Ada", "Yesterday" dan "Jengah". Ada sebuah kontroversi dimana lagu yang berjudul "Yesterday" sempat diaransemen dengan gaya musik Punk oleh Pas Band dan orang yang berani mengaransemen lagu tersebut adala Trisnoize, Sang Bassist. Anehnya, lagu ini agak berhasil mendongkrak popularitas band tersebut karena merekalah dan satu-satunya band Indonesia yang berani menyanyikan lagu keramat itu. Sebenarnya lagu ini adalah lagu ciptaan The Beatles yang dinyanyikan oleh Paul McCartney.

STAIRWAY TO SEVENTH (2004 S/D 2006)

Masuk di tahun 2004, Pas Band lebih mengutamakan melayani parpol-parpol yang sedang kampanye dalam melaksanakan pemilihan umum. Maka dari itu mereka sengaja mengundur jadwal peluncuran album mereka yang bertitel Stairway to Seventh' tadinya mereka ingin meluncurkan album tersebut pada awal bulan Mei 2004, sayangnya karena masih sibuk tour album dan menjadi bintang tamu kampanye pemilihan umum, maka album ini baru diluncurkan pada November 2004.


YUKIE ARIFIN MARTAWIDJAJA
Born : Bandung, 31 Mei 1970
Height/Weight : 165 cm 56 kg
Religion : Islam
Hobby : Automotive / MechanicalSport : Biking, SwimmingEducation : Padjajaran University (Sastra Jepang)Influence : Pearl Jam, Red Hot Chili Peppers, Faith No More, and many more...


BAMBANG SUTEJO
Born : Bandung, 6 November 1968
Height/Weight : 168 cm 68 kg
Religion : Islam
Hobby : Guitar, Travelling
Sport : Soccer
Education : Padjajaran University (Pertanian), UT (Manajemen)
Influence : Led Zeppelin, and many more...
Instrument : Guitar
 
 
TRISNO
 Born : Bandung, 16 Agustus 1970
Height/Weight : 170 cm 70 kg
Religion : IslamHobby : Travelling, CD and DVD CollectorSport : SwimmingEducation : Padjajaran University (Sastra Jerman)Influence : Kiss, Faith No More, Red Hot Chili Peppers, and many more...Instrument : Bass


 
 
H. TEGUH PRAKOSA ANDARUSMAN (Sandy)
Born : Jakarta, 7 Juli 1970
Height/Weight : 167 cm 70 kg
Religion : Islam
Hobby : Travelling, Drum and Drumming
Sport : Badminton
Education : Gunadarma University (Manajemen Informatika)
Influence : Led Zeppelin, and many more...
Instrument : Drum
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RICHARD CHRISTIAN FRANKLIN MUTTER (Ex. Pas Band)
Born : Bandung, 18 Maret 1969
Height/Weight : 170 cm 73 kg
Religion : Kristen
Hobby : Nge-DJ, internet, jaga toko, Koleksi alat musik, koleksi VCD
Education : Mmm..terakhir sih SMA (tapi ngelanjutin lagi ga yeah?? red.)
Grup Band sebelum PAS : SAHARA
Idola : Jesus Christ & Orang Tua

Film yang Paling Banyak Diadukan dalam 10 Tahun

Unknown | 23:30 | 0 opmerkings

Film yang Paling Banyak Diadukan dalam 10 Tahun


Jika dibandingkan dengan iklan atau acara TV, film lebih jarang mendapatkan masalah. Namun di Inggris, ketika masyarakat tak suka dengan apa yang mereka lihat di layar lebar, mereka mengadukan film-film tersebut pada Badan Klasifikasi Film Inggris (BBFC).

Tugas BBFC, yang sedang merayakan ulang tahun 100 tahunnya pada tahun ini, adalah untuk memberi rating pada setiap film, dari rating ‘U’ (Semua Umur) hingga ’18’ (Untuk Usia 18 Tahun ke atas). Ketika pengaduan masuk, seringkali konsumen menganggap bahwa rating yang diberikan adalah salah.

Anda mungkin mengira film-film tersebut adalah film yang penuh aksi kekerasan, atau film super horor yang sadis, namun kenyataannya tidak selalu film seperti itu yang diadukan. Kami diperbolehkan melihat laporan 10 tahunan terbaru milik BBFC untuk menemukan film apa saja yang paling banyak diadukan dalam satu dekade terakhir.


Film: ‘The Lovely Bones’ (2010)
Jumlah pengaduan: 24
Alasannya: Film adaptasi garapan Peter Jackson yang diambil dari sebuah novel yang berkisah tentang pembunuhan seorang gadis kecil ini dianggap “sangat mengejutkan dan menyedihkan” bagi banyak penonton, menurut BBFC. Para pengadu menganggap bahwa rating ‘12A’ (Untuk Usia 12 Tahun ke atas) terlalu rendah, dan BBFC mengakui bahwa film tersebut seharusnya diberi rating ‘15’ (Untuk Usia 15 Tahun ke atas). Itu merupakan film yang paling banyak diadukan pada 2010.

Film: ‘Shrek 2’ (2004)
Jumlah pengaduan: 32
Alasannya: Tampaknya semua pengaduan adalah tentang penggunaan kata ‘bloody’ (kata kasar di Inggris) dalam sebuah film dengan rating ‘U’. Siapa bilang kalimat makian sudah diterima?

Film: ‘Jo Bole So Nihall (2005)
Jumlah pengaduan: 41
Alasannya: Judul film India tersebut berarti “Siapapun yang mengatakan akan diberkati” – sebuah ucapan salam tradisional agam Sikh. Beberapa komunitas agama Sikh menganggap film tersebut menyinggung dan ketika film tersebut ditayangkan di India, ada serangan bom yang terjadi di sebuah bioskop di New Delhi. Namun BBFC menganggap bahwa judul film tersebut tidak dianggap sengaja menyinggung.

Film: ‘9 Songs’ (2004)
Jumlah pengaduan: 48
Alasannya: Film ini drama seni atau porno? Banyak pendapat yang saling bertentangan dalam film garapan Michael Winterbottom yang dirilis pada 2004 tersebut. Film tersebut tidak disensor dan diberi rating ‘18’ dan BBFC mendapatkan banyak pengaduan, meskipun mereka menganggap bahwa hal tersebut “jelas merupakan bagian dari iklan yang terkoordinasi, dengan orang-orang yang hanya bereaksi pada apa yang mereka baca, dan bukan pada apa yang mereka lihat.” Kami telah memutuskan bahwa isi film tersebut “sangat berbeda dari film porno.”

Film: ‘Spider-Man’ (2002)
Jumlah pengaduan: 51
Alasannya: Salah satu pengaduan dibuat oleh seorang murid sekolah dasar – yang mengadukannya karena mereka TIDAK BISA menonton film tersebut. Film tersebut diberi rating ‘12’ dan tidak diberi rating ‘PG’ (bimbingan orangtua) yang membatasi.

Film: ‘Beowulf’ (2007)

Jumlah pengaduan: 53
Alasannya: Film animasi dengan rating ‘12A’ tersebut mendapatkan pengaduan paling banyak pada 2007. Beberapa orang menganggap bahwa kekerasan, horor, dan hal-hal berbau seksual tidak cocok untuk rating yang diberikan tersebut, dan yang paling banyak ditentang adalah penampilan telanjang Angelina Jolie (yang dibuat secara digital).

Film: ‘Terminator 3: Rise of the Machines’ (2003)
Jumlah pengaduan: 54
Alasannya: Lagi-lagi ini merupkan film ’12A’ yang kontroversial. BBFC menganggap bahwa mereka yang mengadu hanya mendasarkan pendapat mereka pada pengalaman menonton dua film pertama ‘Terminator’ (rating ‘18’ dan ‘15’). Padahal film tersebut kini hanya menampilkan kekerasan laiknya dalam film James Bond.

Film: ‘War of the Worlds’ (2005)
Jumlah pengaduan: 65
Alasannya: Film serangan alien garapan Spielberg tersebut merupakan korban dari histeria tabloid, menurut BBFC, karena kebanyakan pengaduan “menanggapi apa yang mereka baca di tabloid.” Film tersebut diputuskan cocok untuk remaja, namun tidak untuk anak kecil.

Film: ‘The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring’ (2001)
Jumlah pengaduan: 66
Alasannya: Banyak yang menganggap bahwa film dengan rating ‘PG’ tersebut terlalu menakutkan untuk remaja, meskipun BBFC menganggap bahwa pengaduan tersebut justru datang dari orang-orang yang tidak memiliki anak. BBFC juga mendapatkan surat dari para orangtua yang senang karena mereka dapat membawa anak mereka untuk menonton film tersebut.

Film: ‘Casino Royale’ (2006)
Jumlah pengaduan: 82
Alasannya: Banyak surat yang menanggapi penampilan pertama Daniel Craig sebagai Bond, dengan banyak surat yang mengadukan bahwa seharusnya film tersebut diberi rating ‘15’ karena terdapat kekerasan dan adegan-adegan telanjang. Laporan BBFC juga menyebut sebuah surat yang menentang pemakaian Craig sebagai 007 dan meminta karakter tersebut kembali diperankan oleh Sean Connery. “Casting adalah jelas bukan merupakan bidang yang dapat dikendalikan oleh kami,” balas BBFC.

Film: ‘Closer’ (2004)

Jumlah pengaduan: 93
Alasannya: Tidak mengejutkan film ini mendapatkan banyak pengaduan. Drama hubungan gelap garapan Mike Nichols – yang diberi rating ‘15’ – mendapatkan lebih dari 90 surat karena dialog dalam film yang vulgar.

Film: ‘The Dark Knight’ (2008)
Jumlah: 364
Alasannya: Menurut laporan BBFC film tersebut merupakan film yang paling banyak diadukan selama satu dekade – dan jauh lebih banyak diadukan dari film lainnya.  Film tersebut mendapatkan 42 persen dari seluruh surat yang ada pada 2008, sebagian besar adalah karena sebuah iklan di tabloid yang menyatakan bahwa film tersebut diberi rating ‘12A.’ Kami akhirnya bertanya pada mereka mengapa film ini sangat kontroversial.

BBFC mengatakan pada Yahoo! Movies, “Mungkin karena suasana gelap dalam film tersebut yang mengejutkan sebagian orang, terutama karena film ‘Batman’ versi sebelumnya yang secara relatif lebih  ceria. ‘The Dark Knight’ sangat berbeda jauh dari ‘Batman and Robin,’ dan serial pada era 1960-an.

Kami juga mempertimbangkan bahwa film tersebut merupakan kisah superhero yang fantastis dan bahwa Batman merupakan  tokoh yang terkenal, yang semua film sebelumnya dipasarkan dengan rating ‘12’ atau ’12A’, bahkan meskipun suasana gelap yang ditampilkan membuat kesal beberapa penonton.”

Mereka menambahkan, “Segera setelah sorotan media terhadap film ini berkurang, pengaduan secara signifikan juga berkurang walaupun film tetap diputar di seluruh penjuru negeri.”

BBFC juga mengatakan bahwa mereka menggelar sebuah konsultasi setahun kemudian dengan masyarakat sipil dan 69 persen menyetujui putusan mereka untuk memberikan rating ‘12A.’

Obesitas Mengancam Tiap Orang Di Dunia

Unknown | 23:30 | 0 opmerkings

Obesitas Mengancam Tiap Orang Di Dunia


Sepertiga orang dewasa di dunia tidak aktif melakukan aktivitas fisik, dan gaya hidup bermalasan rupanya telah membunuh sekitar lima juta orang setiap tahunnya, seperti diungkapkan para ahli dalam jurnal medis The Lancet pada Rabu.


"Sekitar tiga dari 10 orang berusia 15 tahun atau lebih, yaitu sekitar 1,5 miliar orang, tidak memenuhi rekomendasi-rekomendasi aktivitas fisik," kata mereka dalam sebuah laporan yang menggambarkan masalah itu sebagai sebuah "pandemik."

Jumlah tersebut untuk para remaja bahkan lebih mengkhawatirkan, di mana empat dari lima remaja berusia 13 hingga 15 tahun rupanya tidak cukup bergerak atau melakukan aktivitas, kata laporan tersebut.

Aktivitas fisik yang digambarkan dalam penelitian tersebut tidak memenuhi standar aktivitas latihan fisik selama 30 menit sebanyak lima kali dalam sepekan, 20 menit aktivitas berat sebanyak tiga kali dalam sepekan, atau kombinasi latihan fisik dari keduanya.

Ketidakaktifan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, namun ketidak aktifan pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria, dan hal itu umumnya terjadi di negara-negara berpendapatan tinggi, seperti yang diungkapkan para peneliti.

Studi kedua, membandingkan tingkat aktivitas fisik dengan statistik penduduk yang menderita beberapa penyakit seperti diabetes, masalah jantung, dan kanker. Ditemukan bahwa kurangnya olahraga menyebabkan lebih dari 5,3 juta dari 57 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2008.

Penelitian itu menunjukkan bahwa ketidakaktifan adalah faktor yang berisiko, sebanding dengan merokok dan obesitas.

Kurangnya latihan menyebabkan sekitar enam persen kasus penyakit jantung koroner, tujuh persen diabetes tipe 2 (penyakit yang paling umum), dan 10 persen kanker payudara serta kanker usus besar, ujar penelitian tersebut.

Mengurangi ketidakaktifan sebesar 10 persen dapat mengurangi lebih dari setengah juta kematian setiap tahunnya, menurut laporan tersebut.

Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Oleh Pelancong

Unknown | 23:29 | 0 opmerkings

Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Oleh Pelancong


Berpikir sebelum Anda berbicara merupakan strategi jitu bagi setiap orang, khususnya saat bersiap melakukan perjalanan. Guna menghindari kesalahpahaman dalam perjalanan Anda, hilangkan kelima kalimat berikut dari kosa kata Anda.


Apakah Anda berbicara bahasa Inggris?
Ada beberapa ekspresi lokal yang harus dipelajari pelancong internasional sebelum memasuki suatu negara, dan berikut adalah salah satunya. Bahkan jika Anda sama sekali tidak memahami bahasa setempat, berbicaralah menggunakan frase-frase sederhana dengan logat daerah setempat — dengan kata-kata seperti “tolong,” “halo,” “terima kasih,” "tidak, terima kasih," dan "di mana kamar mandi?" — akan berhasil. 

Tambahkan kalimat berikut dalam daftar Anda “Apakah Anda berbicara bahasa Inggris?” yang diucapkan dengan bahasa lokal. Itu menunjukkan rasa hormat. Dan penduduk lokal tampaknya akan menjadi lebih tanggap dan membantu turis yang tidak bertingkah seakan setiap orang harus menguasai bahasa mereka.

Apakah Anda punya kembalian?
Kalimat ini harusnya jangan diucapkan kepada pembawa barang, pemandu wisata, pengemudi taksi bandara, petugas hotel atau petugas layanan yang tidak bekerja di balik mesin kasir. Bepergian dan memberi tip adalah bagian yang tak terpisahkan. Namun, para pelancong harusnya menyiapkan segala bentuk uang kecil dalam mata uang setempat sebelum memulai perjalanan. Jangan bikin para petugas pelayanan dalam posisi yang canggung dengan merogoh dompetnya demi memberikan kembalian atas tip Anda.

Dapatkah Anda membantu saya? Saya tersesat, dan tinggal di …
Apakah Anda pernah menyaksikan film “Taken”? Film itu bercerita mengenai seorang gadis yang diculik di Paris setelah penjahat penyelundup manusia mengetahui tempat tinggalnya. Ya sih, itu film Hollywood. Tapi dalam beberapa hal, seni mengadaptasi realita. 

Banyak penjahat mengincar pelancong yang lugu — khususnya di tempat tujuan favorit para turis — dan bukan ide yang bagus untuk mengatakan kepada orang asing bahwa Anda berasal dari luar kota atau memberi tahu tempat Anda menginap. Anda mungkin tidak akan dijual sebagai budak seks, tapi Anda bisa saja dirampok. Apalagi jika hotel tempat Anda menginap minim penjagaan.

Saya tidak mau pergi ke sana, tidak ada ulasan mengenai tempat itu!
Meski kita menghargai kekuatan dan kepraktisan akan ulasan yang diberikan para turis, namun mereka tetap memiliki keterbatasan. Wilayah baru, toko lokal, penginapan yang kecil, dan daerah wisata yang jarang dikunjungi sering kali tidak dibahas dalam ulasan turis. Mengembangkan ketergantungan terhadap ulasan akan mencegah Anda untuk menemukan berbagai hal baru. 

Seorang turis mengatakan kepada salah satu situs kami, IndependentTraveler.com, “Beberapa memori luar biasa yang saya miliki berasal dari menjelajahi Swiss dengan kereta api. Saya singgah di beberapa kota tanpa mengetahui apa pun mengenai tempat itu atau di mana saya akan menginap. Itu membuat diri saya menjadi berani dan menemukan berbagai hal baru.”

Ya ampun, aku kan tidak bawa bom
Keamanan bandara kadang memang tampak seperti lelucon — khususnya apabila anak kecil ikut diperiksa atau bila petugas mencuri dari penumpang. Tapi itu tidak berarti bahwa Anda harus jadi komedian saat melintasi alat detektor logam. Banyak pelancong ditangkap karena bercanda soal terorisme di bandara. 

Menurut Transportation Security Administration (TSA), “Tingkah agresif, candaan yang tidak layak, dan berbagai ancaman lainnya tidak dapat ditoleransi. Candaan dan atau komentar mengenai ancaman terhadap para penumpang di dalam pesawat akan ditanggapi secara serius dan dapat berujung pada hukuman atas tindak kriminal atau hukuman sipil bagi para pelakunya.” Jadi berlakulah secara wajar dan simpan candaan Anda untuk dilakukan di luar bandara.

Haahh..??? Lady Gaga Memangkas Rabut Bawahnya.?

Unknown | 23:29 | 0 opmerkings

Haahh..??? Lady Gaga Memangkas Rabut Bawahnya.?


Lady Gaga sepertinya tak pernah henti-hentinya mengumbar sensasi. Setelah mengenakan bergaya burung gagak. Kini pelantun tembang 'Poker Face' itu kembali dengan tampilan unik. Dia memangkas habis setengah rambutnya sampai botak.
Namun, kali penampilan anyar Gaga bukan untuk mendongkrak pamornya, tapi didedisakannya untuk seorang temannya yang berprofesi sebagai fotografer.
"Aku melakukannya untukmu Terry. Aku turut bersedih atas ibumu. Dia memiliki putri yang mati, tapi kita semua putri yang tertinggi," ujarnya di Twitter, seperti dilansir eonline.

Satu Atap Satu Istri Dua Suami Kakak Beradik...???

Unknown | 23:28 | 0 opmerkings

Satu Atap Satu Istri Dua Suami Kakak Beradik...???


Saat Tashi Sangmo berusia 17 tahun, ia menikahi tetangganya yang berusia 14 tahun di sebuah desa terpencil di Nepal. Dan sebagai bagian dari perjanjian, ia juga setuju untuk menikahi adik suaminya itu.

Pada zaman dahulu, anak laki-laki dari setiap keluarga di kawasan Dolpa Atas akan bersamaan menikahi satu perempuan, namun praktik poliandri ini kini sudah mulai menghilang seiring dengan modernisasi zaman.

"Semuanya akan lebih mudah seperti ini karena kami bersama-sama dalam satu keluarga. Tidak terbagi antara istri-istri yang berbeda, dan saya yang memegang kendali," kata Sangmo, yang menggunakan dialek Tibet dan berbicara melalui seorang penerjemah. "Dua bersaudara mencari penghasilan dan sayalah yang menentukan bagaimana uang itu akan digunakan."

Saat Sangmo menikahi Mingmar Lama 14 tahun lalu, adik laki-laki Mingmar, Pasang yang waktu itu berusia 11 tahun, akan terlibat juga dalam pernikahan ini. Praktik poliandri di beberapa desa terisolasi di Nepal sudah berlangsung ratusan tahun. Kini mereka bertiga memiliki tiga anak laki-laki usia delapan, enam, dan empat.

"Saya ingin berbagi ikatan ini dengan adik laki-laki saya karena hidup akan menjadi lebih mudah buat kami berdua," kata Pasang, 25, berbicara di rumah keluarga mereka di desa Simen, 4000 mdpl dan sekitar lima hari berjalan kaki dari kota terdekat.

Orang-orang Dolpa atas adalah bagian dari karavan yang melalui rute antara Nepal dan Tibet. Mereka masih berdagang di rute tersebut, termasuk menuntun yak yang membawa garam dari Tibet dan beras dari dataran selatan Terai.  
Powered By Blogger

Lagu

burung

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvAiL1j8k2KO7kbHEcL-FjQGtOQDEQ3mtPUPm-dFoz3MOi5o1SuVegicCmvuHx1mk-E9poBR9f8Y57in13noxjoSZxQRJpVDAnBXeVAQc4sgGinv6UndKEEnnDKyWeCeK7gFvAWmAq7xk/s1600/gambar-animasi-pointblank-animated+%252813%2529.gif

Recent Post

Blogroll

Flag Counter

Pages

Powered By Blogger

Totale bladsykyke

Aangedryf deur Blogger.

Blogger templates

Deursoek hierdie blog

Visit

Flag Counter
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ngabanyol Bersama - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger